Tampilkan postingan dengan label cpns. Tampilkan semua postingan

PELINDUNG MASYARAKAT vs LINTAH MASYARAKAT

Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan pegawai dengan symbol Logo LINMAS yang konon katanya Pelindung Masyarakat dan ada juga sebuah Anekdot LINMAS (Lintah Masyarakat) dan entah mana yang benar Dalam menyebut Kepanjangan dari LINMAS tersebut hanya anda yang bisa meraskan ?


Ini merupakan alasan yang membuat PNS menjadi profesi Idola ?

1 STABIL DAN MINIM RESIKO,
ini meripakan salah satu alasan kenapa banyak orang berminat melamar sebagai PNS adalah karena dianggap sebagai profesi yang stabil, sehingga tidak perlu khawatir dengan ancaman PHK. Tidak heran , ketika perusahaan swasta banyak yang gulung tikar akibat krismon, jumlah pelamar PNS semakin meningkat. Apalagi untuk menjadi PNS, kita juga tidak perlu punya modal yang besar, berbeda dibandingkan dengan yang wirausaha. Tidak Cuma perlu modal besar tapi juga penuh dengan resiko.


2 BISA BELAJAR KE LUAR NEGERI,
beberapa departemen memang punya anggaran khusus buat para pegawainya untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan baik di dalam maupun di luar negeri terlebih kebanyakan beasiswa yang diberikan pemerintah asing diutamakan untuk PNS. Alasannya, karena PNS terkait langsung dengan pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi saja. Para PNS yang mendapatkan beasiswa, setelah menamatkan pendidikannya diwajibkan mengaplikasikan ilmunya bagi kemajuan organisasi. Dengan harapan mereka bisa meningkatkan pembangunan nasional.

3 DINAS KELILING INDONESIA + LUAR NEGERI,

Departemen-departemen biasanya memiliki hubungan kerja sama dengan berbagai lembaga di luar negeri. Dengan jadi PNS kita bisa dapat kesempatan untuk menghadiri simposium di luar negeri atau dinas keluar kota. Tentunya untuk mendapatkan kepercayaan itu, kita harus punya keahlian. Misalnya, kita telah memgang jabatan tertentu yang berkaitan dengan keperluan dinas atau menguasai bidang yang akan dibicarakan dalam simposium tersebut.

4 PROMOSI, DALAM DEPARTEMEN ADA DUA MACAM JABATAN,

yaitu jabatan fungsional dan struktural. Semua yang telah menjadi PNS tetap memilki kesempatan untuk menduduki jabatan tersebut . waktu yang dibutuhkan untuk bisa meraih jabatan tergantung pada individu itu sendiri dan kemampuan yang dimilikinya. Kalau berprestasi, kita juga berkesempatan untuk menduduki jabatan tinggi, baik di departemen, di BUMN, atau sebagai aparat negara.
Seperti pada lingkungan kerja pada umumnya, kita juga tetap mendapat evaluasi rutin dari atasan. Setiap tahun, PNS dievaluasi dalam dokumen yang dikenal dengan daftar penilaian pelaksanaan pekerjaan (DP#). Urusan naik jabatan dan kenaikan gaji tidak lepas dari DP3 ini. Jadi, mau meraih jabatan tinggi dalam waktu cepat ? tunjukan kompetisi..

5 TUNJANGAN, TIDAK BERBEDA DENGAN SWASTA,
PNS juga mendapatkan beberapa tunjangan, seperti kesehatan, pensiun, gaji ke-13 (selain 12 bulan gaji yang kita dapat secara reguler ) dan keluarga, istimewanya, meskipun orangtuanya sudah meninggal, anak-anak PNS tetap mendapatkan tunjangan dari peerintah sampai anak tersebut masuk usia dewasa atau menikah. Selain itu, bagi PNS yang sudah memilki jabatan fungsional dan struktural akan mendapatkan tunjangan jabatan fungsional dan struktural. Jumlahnya akan tergantung pada jabatan yang kita pegang.

6 KESEMPATAN MENGABDI PADA MASYARAKAT,
alasan yang satu ini tidak perlu di bilang ! dengan menjadi PNS, kita punya kesempatan untuk mengabdi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Daripada Cuma berkoar-koar kesal mengomentari kondisi negara yang menurut kita bisa lebih baik , mendingan langsung ‘terjun’ dan jadi bagian dari perubahan itu sendiri. Actions speak louder than words!

Tapi yang mengherankan bagi kita adalah Kenapa Banyaknya PNS yang hanya duduk-duduk di kantor dan Mengapa Pemerintah Membuka Lowongan PNS setiap tahun di masing-masing Departemen ? dan mengapa tidak mengoftimalkan Kinerja PNS selama Ini, ? dan tidak asing lagi PNS hanya bekerja mengutak atik uang Rakyat, dengan alasan Gaji Tidak mencukupi kebutuhan hidup ?


Read more

Kecurangan Tes CPNS Sudah biasa

Pemilihan Universitas Indonesia (UI) sebagai pemeriksa hasil ujian penerimaan calon pegawai negeri sipil daerah (CPNSD) Lampung membuka lebar peluang kecurangan. Jaminan penyelenggara yang memperketat pengawasan dinilai tidak menyurutkan aksi kecurangan.

Merujuk pada kasus perjokian yang terjadi di sejumlah daerah, bahkan masih ada tersangka peserta tes CPNSD Pesawaran tahun 2008 yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), praktek kecurangan pada penerimaan 592 CPNSD tahun ini di delapan kabupaten/kota, dinilai tidak akan berkurang. Ketatnya persaingan ikut menaikkan pasaran tarif CPNSD yang dipatok Rp150 juta, Lamsel (Rp100 juta--Rp150 juta), Tulangbawang (Rp125 juta), dan Lampura (Rp125 juta).



Direktur Pusat Studi Strategi dan Kebijakan (Pussbik) Lampung Aryanto menilai makin jauh tempat pemeriksaan hasil tes CPNSD, makin terbuka kesempatan manipulasi hasil tes tersebut. "Kalau sekadar memeriksa hasil tes dengan scan komputer, universitas di Lampung juga cukup kredibel. Jadi, buat apa memilih universitas di luar Lampung yang justru membuka lebar kecurangan," kata Aryanto, Sabtu (10-10).

Aryanto menjelaskan setidaknya ada tiga titik rawan penerimaan CPNSD, yakni saat ujian, pemeriksaan, dan pengumuman. Saat ujian, kecurangan dilakukan dengan membocorkan kunci jawaban. Peluang kecurangan lainnya, sebelum pemeriksaan. Saat soal dibawa ke Jakarta, bisa saja ada pihak yang mengganti lembar jawaban dengan lembar jawaban baru.

Titik paling rawan kecurangan penerimaan CPNS adalah saat pengumuman. Pihak-pihak tertentu dapat mengganti dengan mudah nama peserta yang lulus dengan yang tidak lulus. "Hasil yang diumumkan itu sangat mungkin direkayasa," kata Aryanto.
Untuk mengatasinya, Aryanto meminta pemerintah membuat kebijakan yang dapat meminimalkan kecurangan. Misalnya dengan memilih pemeriksa hasil ujian yang dekat sehingga pengawasan bisa diperketat. Selain itu, mengirimkan kembali hasil jawaban peserta dan mengumumkan jawaban tes melalui media massa. "Bila ini dilakukan, peserta tes tahu berapa yang benar dan salah. Bila jawaban sebagian besar benar namun peserta tidak lolos, kan patut dipertanyakan," kata dia.

Aryanto mengatakan dia dan rekan-rekan LSM akan mengadakan pertemuan setelah penerimaan CPNSD diumumkan di media massa. Dalam pertemuan itu dirumuskan langkah-langkah pengawasan dan pengawalan tes CPNSD sehingga kecurangan dapat diminimalkan.
sumber
Read more