Penemu Batik lampung


Perbedaan pandangan tentang keberadaan batik Lampung sudah selayaknya menjadi perhatian khusus. Apalagi karena ada pihak tertentu yang mengklaim sebagai penemu batik Lampung dan mengatakan batik Lampung yang selama ini dikenal, yaitu sembagi, bukanlah batik Lampung.

menurut desainer dan penggiat sejarah Lampung, Raswan, batik Lampung sudah ada sejak abad ke-15, yang sering disebut kain sembagi. Tetapi saat itu pemasarannya dimonopoli VOC. Seni kerajinan tangan ini masuk Lampung bertepatan dengan masuknya pengaruh kebudayaan India di Sumatera.

Apa itu sembagi coromandel clothes Indian textile
 A stunning example of an Indian trade cloth! This beautiful Kain Sembagi was from the Coromandel coast of India, and traded to south Sumatra. The gold-leaf work, a symbol of wealth and status, indicates that its ownership was from amongst the Indonesian nobility. Made from cotton with natural dyes, block printing, batik and gold-leaf work. 17th to 18th century. For a similar piece, see page 117 of Sari to Sarong, 500 Years of Indian and Indonesian Textile Exchange by Robyn Maxwell. Selengkapnya Baca Disini

apa itu Batik Lampung

Batik Lampung lahir melalui proses panjang yang dijalani Andriand Damiri Sangadjie budayawan yang memiliki tempat tinggal di aspol. Untuk mematangkan teknologi membatik, pelukis ini menimba ilmu mulai dari Yogyakarta, Solo, Bali, hingga ke Cina, Thailand, Jepang, Malabar, dan Turki.

Setelah melewati berbagai percobaan dengan rekan-rekannya di Balai Riset Penelitian Batik (sekarang Balai Besar Kerajinan dan Batik) Yogyakarta, untuk pertama kalinya Andriand menemukan seni kerajinan batik Lampung pada 1978. Selanjutnya, ia mulai memproduksi batik tulis ini di Metro pada 9 Mei 1978, bertepatan dengan ulang tahun ke-4 putra sulungnya.

Sedangkan menurut budayawan Andriand Damiri, berpendapat dalam sejarahnya Lampung tidak memiliki batik. Kain sembagi yang sering disebut sebagai batik Lampung, sejatinya tidak berbeda dengan batik di Jawa. Bahkan dikatakan sembagi berasal dari Coromandel Coast, India.

Andriand menegaskan kerajinan batik Lampung ditemukan pertama kali pada 1978 dari hasil eksperimennya bersama teman-temannya di Yogyakarta.

Sebagai sebuah karya, Batik Lampung juga adalah satu-satunya industri kerajinan dan karya seni saat ini yang telah memperoleh pengakuan nasional dan hak paten (hak atas kekayaan intelektual/HAKI-RI), dengan patents pending HAKI-RI-242526-2005.

Jika Batik Lampung sudah memiliki paten sendiri, lalu bagaimana dengan sembagi yang juga disebut-sebut sebagai batik Lampung? Secara tegas, Andriand mengatakan sembagi bukanlah batik Lampung. Tapi, kain khas coromandel cloths dari India.

"Dalam literatur, disebutkan kain sembagi (bukan sebagi) adalah kain khas coromandel cloths, yaitu tekstil yang berasal dari coromandel cloths, India. Dan, bukan batik Lampung. Tapi, kok sekarang jadi Batik Lampung? 


0 komentar: